
100 Hot Tabloid Edisi 11 15 Juni-15 Juli 2006 Tatto, Tak Lagi Identik Penjahat Dulu, Tato Dianggap Hal Yang Tabu Dan Jelek, Kini, Tato Dianggap Sebagai Sesuatu Yang Modis Dan Trendi SEJARAHNYA, TATO DITEMUKAN DI EGYPT Pada Waktu Pembangunan The Great Piramis. Pada 2000 SM, Seni Tato Menyebar Ke Cina. Tato Atau Body Painting Alias Rajah Adalah Gambar Yang Biasa Di Tuliskan Pada Kulit Tubuh Manusia Menggunakan Mesin Berujung Jarum. Biasanya Gambar Dan Simbol Itu Dihias Dengan Pigmen Berwarna Warni. Zaman Dulu, Orang Orang Masih Mengunakan Teknik Manual Dan Dari Bahan Bahan Tradisional Untuk Menato Seseorang. Tato Sendiri Berasal Dari Kata Tahitian, Yang Berarti Menandakan Sesuatu. Sebagian Penduduk Menganggap Tato Memiliki Sesuatu Yang Sangat Penting Dalam Suatu Ritual Atau Tradisi. Misalnya, Di Borneo. Para Wanita Menato Dirinya Sebagai Symbol Yang Menunjukan Keahlian Khusus Mereka. Suku Maori Di New Zeland Membuat Tattoo Yang Berbentuk Ukiran Ukiran Spiral Pada Wajah Dan Maaf, Pantat. Di Kepulauan Solomon, Tato Ditorehkan Di Wajah Perempuan Sebagai Ritus Untuk Menandai Tahapan Baru Dalam Kehidupan Mereka. Hampir Sama Seperti Di Atas, Orang Orang Suku Nuer Di Sudan Memakai Tato Untuk Menandai Ritus Inisiasi Pada Anak Laki Laki. Orang-Orang Indian Melukis Tubuh Dan Mengukir Kulit Mereka Untuk Menambah Kecantikan Atau Menunjukan Status Sosial Tertentu. Pada Tahun 90an, Di Indonesia, Setiap Orang Yang Bertato Dianggap Penjahat, Rampok, Gali, Dan Anak Berandal. Tak Heran Bila Saat Itu Image Tato Sebagai Sesuatu Yang Dilarang Dan Haram. Kini, Tato Tak Sepeti Dulu Lagi, Yang Dianggap Sebagai Hal Yang Tabu. Yang Dianggap Sebagai Hal Yang Tabu. Belakangan Tato Dinilai Sesuatu Yang Modis Dan Trendi. Peminatnya Pun Datang Dari Berbagai Kalangan. Mulai Dari Orang Biasa, Artis Pun Kepincut Melukis Tubuhnya Dengan Tato, Sebut Saja Tora Sudiro , Jodi, Nafa Urbach Dan Sebagainya. Tidak Sedikit Seniman Tato Dengan Hasil Karyanya. Saya Ingin Lebih Memasyarakatkan Tato Sebagai Sebuah Karya Seni, Ujar Seniman Tato Kota Bandung, Yusephtia Soewardi. Untuk Mendapatkan Hasil Karya Yang Baik, Kent Kent, Begitu Yusephtia Soewardi Sehari Hari Disapa, Selalu Menggunakan Bahan Tinta Intenze Produk Austria. Katanya, Tinta Tersebut Mengandung Antibiotic Yang Bisa Mencegah Kanker Kulit. Selain Itu, Pilihan Warnanya Pun Komplit. Lebih Kurang Memiliki 53 Warna Berbeda. Selain Tinta, Mesin Tato Yang Digunakan Kent-Kent Bukan Sembarangan. Ia Sengaja Pesan Langsung Dari Amerika. Sudah Dapat Dipastikan, Hasil Gambarnya Menjadi Lebih Bagus Dan Sempurna. Tidak Saja Dunia Modifikasi, Seni Tato Pun Mengenal Berbagai Aliran. Menurut Kent Kent Sedikitnya Ada 5 Klasifikasi Seni Tato. Seperti Natural, Treeball, Oldskul, Newskul Dan Biomecanic. Sekarang Zaman Sudah Berubah. Dahulu Tato Dianggap Sebagai Hal Yang Tabu, Kini Tato Dibilang Sesuatu Yang Modern. Apa Komentar Anda?