
Apa jadinya jika melukis dilakukan dengan cara terbalik. Cara Demikian, ternyata sanggup dilakukan para seniman Bandung melukis Presiden RI pertama, Ir. Soekarno dengan tema “Spirit Konferensi Asia Afrika” do Hotel Hemangini, Jln. Setiabudi, kota Bandung, Sabtu (8/4)
Untuk menambah energi dalam suasana melukis, lantunan music khas Sunda karinding dan music air dan kaca karya Uwie Prabu mengiringi para seniman ini masuk dalam rekor dunia.
Dengan Ukuran kanvas sepanjang 4 meter dengan perpaduan 64 warna, kolaborasi para pelukis ini sanggup menyelesaikan garapannya dalam waktu singkat atau tercatat selama 16 menit 1 detik. Kolaborasi yang disajikan para seniman ini mampu mengundang decak kagum para hadirin yang hadir malam itu.
Dalama lukisan tersebut, Nampak latar merah putih dipilih sebagai background objek lukisan Tokoh Proklamator Indonesia, Bung Karno yang menegaskan akan peran dan jasanya terhadap bangsa Indonesiaini
Salah seorang seniman, Kent Tattoo mengatakan, cara melukis terbalik ini merupakan ide baru. Cara ini diakuinya belum pernah dilakukan pelukis manapun.
“Kami bersyukur cara melukis terbalik ini masuk rekor dunia, sehingga bisa mengharumkan nama baik Indonesia di mata dunia ,” ujar Kent ditemui usai acara.
President Record Holders Republik (RHR) Indonesia, Halim Sugiarto, menuturkan, keunikam lukisan ini dinilai dari cara pengerjaanya. Dimana para pelukis tersebut, Yusepthia. S (Kent tattoo), Herry sidharto, dan XR. Vega (Samurai #$)) mampu menyelesaikan lukisannya dengan cara konvensional, yakni menggunakan kuas dan tangan.
“Selain dengan cara itu, kanvas yang digunakan cukup besar dan waktu yang cukup cepat mereka bisa menghasilkan gambar berupa mozaik yang cukup bagus. Apalag, dikerjakannya dengan cara melukis terbalik,” tuturnya.
Untuk itu, ia berharap, hasil karya seniman Bandung ini bisa lebih dikenal dunia. Terutama bisa mengharumkan nama Indonesia di Kancah Internasional. “ Tentunya, kami berharap karya mereka semakin dikenal luas, termasuk mengharumkan Indonesia dan Kota Bandung, “ Ucapnya. (asep awaludin/”GM)**