PENTING: SEMUA ISI KONTEN DALAM WEBSITE INI MERUPAKAN HAK KENT TATTOO STUDIO SEBAGAIMANA MESTINYA. KONTAK TELEPON 082216630321 MERUPAKAN NOMOR PRIBADI KENT       
KENT MEDIA CETAK
KENT TATTOO
KENT TATTOO

Sumber: MAGIC INK Edisi 51 Jan-Feb 2016Inspirator? Betapa tidak, Kent menjadi sosok guru atau bisa juga dibilang telah memberikan serombongan seniman tato berkualitas di komunitas tato Indonesia, sebut saja Alink Kootaishi, Angga, Ali Bastardos, Suban Tattoo, Ade Itameda dan masih sederet nama lain yang pastinya sudah dikenal luas Kent Tattoo Di tahun 2015 ini, pasti bohong kalau gak pernah mendengar nama Kent Tattoo yang bisa dibilang melegenda dibidang tato tanah air kita ini. Yusepthia Soewardy, atau yang akrab disapa Kent sering sekali diliput media nasional, baik media cetak maupun elektronik; bagi kalian lebih suka baca Magic Ink daripada nonton tivi, Magic Ink akan  menghadirkan sang inspirator itu di halaman ini. Tapi siapa yang menyangka kalau Kent di masa mudanya ya sama aja seperti kita-kita, mencari pengakuan dari teman-teman sebayanya. Hal ini yang kemudian membawa Kent ke dunia tato yang dianggap menjadi simbol kekuatan dan kekuasaan. Di tahun 1987, Kent bersama teman-teman SMAnya mulai ditato oleh Kang Ayi (Bikers Brotherhood, -red), lalu dengan modal mesin tato buatan sendiri dan pengetahuan yang sekadarnya tanpa sumber, Kent terus bereksperimen dan berulang kali gagal, tapi tidak menghentikan usahanya untuk belajar lebih serius. Di tahun 1990 Kent meneruskan kuliah di jurusan seni rupa dan desain grafis, kemudian mulai memantapkan portfolio tatonya dengan meningkatkan bentuk gambar, tata letak, dan harmonisasi desain di studio tatonya, dan disitu pula menemukan arti hidup atau asam garam, ternyata tidak segampang apa yg aku kira untuk usaha tato, ujar Kent. Dimasa ketika era Petrus (Penembakan misterius) baru saja usai tahun 1987-1988, tentunya sulit sekali menghadapi stigma tato dari masyarakat karena masih dianggap bentuk premanisme.  Kent dan teman-temannya ketika itu bergerilya dengan melakukan pendekatan secara emosional ke pemerintah/masyarakat, kampanye lewat media cetak/elektronik, dan tentunya yang paling efektif adalah dengan menorehkan karya lewat tato ke figur publik seperti para selebritis sehingga mereka juga membantu memberi pengertian bahwa tato adalah seni dan hanya mereka (para selebritis dan orang penting) inilah yang bisa atau mau didengar oleh beragam kalangan. Selain Kent, di saat itu (awal tahun 90an) ada juga Kang Ayi tato (Bikers Brotherhood), Kang Uci (dosen seni rupa, Bikers Brotherhood), Nunus (Bikers Brotherhood), alm. Ciang Bih dan alm. Aceng yang juga mendalami seni tato. Ayi dan Uci yang menekankan bahwa hubungan manusia dan Tuhannya harus seimbang (begitu pula dalam tato dan adab manusia harus seimbang),menjadi sosok panutan, didalam komunitas tato. Seiring waktu, Kent merangkul teman-teman yang ingin belajar tato sambil menanamkan tanggung jawab, disiplin dan penuh aturan dalam bekerja. Sekolah tato Kent yang  kurikulumnya resmi dibuka tahun 2009, bertujuan salah satunya untuk membuka lahan kerja baru, karena terjadinya kriminalitas itu ya tergantung dari kebutuhan sosial-ekonominya. Nah kan mendingan belajar tato, daripada jadi garong, candanya. Tentu ada syaratnya kalau mau jadi siswa di sekolah tato Kent, calon siswa akan melalui tahap wawancara personal yang mendetail, dari keharusan untuk sepakat dengan aturan yang berlaku hingga komitmen bahwa tato adalah pekerjaan profesional  yang menuntut tanggung jawab dan disiplin tinggi dan bukan sekedar hobi. Hubungan Kent dengan para siswanya tentu tidak berhenti di kelas saja, tapi juga sebagai teman-teman atau sahabat yang berjalan beriringan, Kent juga turut gembira ketika para sahabatnya juga menjadi profesional dan mendapat pengakuan dari masyarakat dan kerap bertukar cerita tentang wawasan seputar tato.  Alhamdulilah, juga bukan karna aku melainkan dengan kegigihan dan keseriusan mereka untuk terus belajar dan belajar mereka jadi bisa menjadi sesuatu yg positif dengan karyanya juga.. berkat izin dan ridoNya mereka bisa mendapatkan apa yang mereka cita-citakan.Kent jugalah yang membuat event tato pertama di Indonesia yang bertajuk National Art Tattoo Festival di tahun 2004 di Bandung. Di masa ketika bahkan fesbuk masih jadi eksperimen, tentunya sulit untuk menghubungi rekan-rekan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sekali lagi dengan semangatnya untuk menyatukan skena tato yang mulai ramai dan demi rasa persaudaraan, Kent mengorganisir event tato ini dengan sukses, yang kemudian jadi inspirasi kamu (atau kamu? Atau Magic Ink juga?) untuk membuat event tato dengan semangat yang serupa. Acaranya ramai, rasanya terharu lihat teman-teman yang waktu itu datang dari jauh boro-boro pada mampu beli tiket pesawat..ada yang naik angkot, naik truk, demi datang ke acara.. Rasa persaudaraannya terasa banget, kenang Kent.Sesuai dengan motto hidupnya,  selalu berkarya berkarya berkarya dalam ranah zona nyaman, aman dan penuh adab, Kent tidak membatasi media berkaryanya hanya pada tato, tapi juga merambah ke bidang clothing dan Kents Art yang baru saja diresmikannya bulan April 2015 silam. Kents Art adalah sebuah wadah baru untuk para seniman akademis dan non akademis yang bergelut dalam seni suara, seni gerak, bentuk dan gambar.  Membuka lahan kerja baru dengan inovasi-inovasi baru dalam dunia seni adalah salah satu cita-cita pribadi Kent, dan ia juga berharap agar komunitas-komunitas tato yang ada sekarang untuk selalu bergandengan tangan dan bersatu dalam berkarya yang positif dan beradab. Pesannya, ayo kita berjuang untuk membuktikan bahwa tato bukanlah kriminalitas ataupun sesuatu yg dianggap negatif  tapi tato adalah karya seni