PENTING: SEMUA ISI KONTEN DALAM WEBSITE INI MERUPAKAN HAK KENT TATTOO STUDIO SEBAGAIMANA MESTINYA. KONTAK TELEPON 082216630321 MERUPAKAN NOMOR PRIBADI KENT       
KENT MEDIA CETAK
DEMI MURI, TIGA JAM DIRAJAM
DEMI MURI, TIGA JAM DIRAJAM

Sumber : RADAR METRO RADAR SURABAYA ( Minggu, 6 Juli 2003 ) PLAZA TUNJUNGAN-RADAR Satu Lagi Ide Gila Datang Dari Warga Surabaya. Demi Niat Mencatatkan Nama Di Museum Rekor Indonesia (MURI), Ongky Widjaya (37), Merelakan Seluruh Tubuhnya Dirajam Selama Tiga Jam Oleh Delapan Orang Seniman Tattoo. Atraksi Nekat Ini Berlangsung Di Plasa Tunjungan, Petang Kemarin. Tak Ayal, Apa Yang Dilakukan Pria Satu Ini Mengundang Decak Kagum Sekaligus Ungkapan Kengerian Para Pengunjung Pusat Perbelanjaan Terbesar Di Surabaya Itu. Kedelapan Jarum Tattoo Yang Menghujam Tubuh Ongky Masing-Masing Dipegang Oleh Kent, Angga, Togge, Sony, Ricky, Bangong, Jack D., Dan Angon. Ongky Memulai Aksinya Tepat Pukul 18.00 WIB. Tak Terlihat Raut Muka Kesakitan Saat Jarum-Jarum Tattoo Itu Mulai Menembus Kulitnya. Raut Kengerian Justru Terlihat Pada Wajah Ratusan Pengunjung Plasa Tunjungan Yang Menyaksikan Atraksi Nyeleneh Dan Baru Pertama Kali Diadakan Di Indonesia Itu. Saya Ditattoo Sedikit Saja Sakitnya Minta Ampun, Ini Kok Sekujur Tubuh. Merinding Saya, Cetus Meiliana, Warga Dharma Husada Indah, Sembari Memperlihatkan Tattoo Di Lengan Kirinya. Ongky Mengaku, Apa Yang Dilakukannya Itu Semata Untuk Menghilangkan Kesan Buruk Pada Para Penyuka Tattoo. Saya Memang Hobi Mentattoo Tubuh. Kebiasaan Itu Sudah Saya Lakukan Sejak Lima Tahun Lalu, Tuturnya Pada RADAR Surabaya, Saat Ditemui Sebelum Atraksi Berlangsung. Ketika Membuka Baju Memperlihatkan Koleksi Tattoo-Nya, Tubuh Tinggi Kurus Ongky Terlihat Seperti Kanvas Besar. Di Sana Sudah Ada Gambar Macan, Tengkorak, Naga, Dan Lainnya. Itu Dirasa Masih Kurang. Ongky Terobsesi Menggambari 90 Persen Bagian Tubuhnya, Dan Hanya Menyisakan Bagian Wajah. Demi Seni, Saya Rela Sekujur Tubuh Penuh Dengan Tattoo. Kesakitankah Dia? Dengan Tegas Ongky Menjawab Tidak. Nggak Ada Rasa Sakit, Cuma Seperti Orang Dicubit. Mungkin Karena Sudah Biasa. (Zen)