
Sumber : The Real City Paper Metro Bandung ( Senin, 7 Juni 2004 ) PUSAT Barang Murah Dan Berkualitas, Dezon Festival Di Jalan Asia-Afrika, Minggu (6/6) Sore, Menggelar Acara Natinal Tattoo & Body Painting Festival 2004. Bisa Ditebak, Animo Besar Ditunjukkan Peserta, 52 Model Maupun Masyarakat Yang Datang. Sekitar Panggung Utama Dezon Festival Langsung Dipenuhi Lebih 200-Orang Yang Ingin Melihat Para Peserta Festival Menato Model-Modelnya. Saat Itu Juga Mesin Pembuat Tato Jenis Rotary Maupun Coil Yang Ujungnya Berjarum Mengeluarkan Suara Berdecit Menyentuh Kulit. Kalau Mau Jujur, Ditato Itu, Ya Sakit. Berdarah. Tapi Yang Paling Penting Dicari Para Penggemar Tato Adalah Kepuasan Batin Bisa Membuat Gambar Indah Di Tubuhnya, Papar Dr Gepenk Spt Dari Dr Gep Skin Disease Yogyakarta. Selama Sembilan Tahun Pengalaman Menekuni Bidang Body Painting, Dr Gepenk Spt, Mengaku Tidak Ada Tren Khusus Untuk Gambar Tertentu. Semua Itu Bergantung Selera Orang Yang Mau Ditato. Sedangkan Gambar Model Tato Diambil Dari Majalah Terbitan Luar Negri Maupun Internet. Di Tengah Arena Festival, Beberapa Model Yang Diantaranya Kaum Wanita Terlihat Meringis Saat Para Juru Tato Membuat Gambar Di Bagian Tubuhnya. Para Model Menyediakan Kulit Bagian Kaki, Tangan, Lengan, Bahu, Kulit Kepala, Hingga Di Sekitar Pusar. Kami Menilai Berdasar Beberapa Faktor. Antara Lain, Keindahan, Penempatan Atau Keakuratan Gambar, Dan Kerapihan, Jelas Iwan, Anggota Tim Juri Kepada Peserta Yang Di Antaranya Berasal Dari Jakarta, Bali, Yogyakarta, Dan Tuan Rumah, Bandung. Selain Parade Model Yang Sudah Selesai Ditato, Aksi Sembilan Penato Termasuk Paling Unik Dalam Festival Ini. Secara Bersamaan, Mereka Menato Sembilan Bagian Tubuh Boy, Salah Seorang Model Asal Bandung. Tak Urung, Puluhan Pengunjung Wanita Mengaku Miris Dan Bergidik Melihat Aksi Itu. Namun Bagi Para Penggemar Tato, Tetap Terlihat Enjoy. Sebagian Mereka Menganggap Tato Sebagai Seni Bahkan Simbol Status. ( Rry )