
Minggu 5 juli 2015 Heru Muthahri Kota bandung Idiom "jangan menilai buku dari sampulnya", berlaku untuk semua hal, termasuk menilai manusia, jika melihat atau bertemu orang yang ditubuhnya penuh tato, biasanya stigma negatif menari-nari dalam benak, namun, sudah semestinyahal itu tak lagi terjadi, sebab mereka manusia biasa seperti kita, hanya saja mereka sangat menyukai, bahkan mencintai tato, seperti dibuktikan para seniman tato yang menggelar penggalangan dana untuk anak yatim dalam acara jurasik fest di jalan sumatera, kota bandung, kemarin rangkaian acara ngabuburit kemarin sore itu terlihat unik dan mengundang perhatian pengunjung, terlebih dengan workshop "hijab bodypaintin" yang ditunjukan para seniman. "aksi sosial ini muncul dari gagasan kawan-kawan. kami merekrut komunitas anak jalanan, intinya ingin berbuat hal positif di bulan ramadan, ungkap seniman tato senior , kent kent, salah seorang konseptor jurasik fest, untuk pengumpulan dana secara kolektif, pihak panitia juga memberikan media kencleng bagi pengunjung yang ingin turut berbagi kepada anak yatim, acara dikemas dengan memadukan musik, seni lukis, dan kuliner, kami menggabungkan beberpa elemen, hijab bodypainting. musik. dan lukisan. bahkan penceramah pun kami libatkan dari lingkungan seniman atau rock 'n roll. imbuh pria pendiri kents art tersebut, selain memberikan donasi, kegiatan itu juga ditujukan untuk menghapus streotipe seniman jalanan, karena selain berkarya. mereka juga memiliki kepedulian terhadap sesama, kasarnya dari sajadah hingga haram jadah, karena selain punya kreativitas, kami juga ingin memberikan sesuatu atau memberikan dana untuk mereka yang kurang beruntung, tambah pria pemilik nama asli yusepthia soewardy ini. dalam kegiatan itu, kent kent juga memberikan suguhan menarik lewat aksi kolaborasi dengan chef johan, kent melukis aliran ekspresionis dengan mengikuti iringan musik dan proses memasak dari chef johan, jangan sampai kita menilai iman seseorang hanya karena penampilannya saja, "ungkap M Iqbal, da'i dari pesantren rock 'n roll. iqbal menambahkan. setiap manusia tentu memiliki kecondongan untuk beramalbaik sesuai tuntunan syari, hanya saja mereka tetap memerlukan proses untuk menjalani semua tuntunan. "tiada yang tau iman mereka diahadapan allah. siapa tau derajat mereka lebih tinggi dari ahli ibadah. karena allah yang kuasa membolak-balikan hati manusia. ungkap M Iqbal, iqbal menegaskan, jangan sampai menghakimi seseorang karena penampilan semata, karena tak ada yang bisa menduga perjalan mereka dikemudian hari, berdakwah tentu harus berstrategi. tugas kita hanya menyampaikan dari hati ke hati, walaupun mereka ada yang menolak tentu tak boleh kecewa atau berkecil hati, ujar dia. pasangan seniman hijab bodypainting, susentono dan dian triana mengemukakan pendapat serupa. "sebagai talent. kami tentu sangat mendukung. kota bandung sarat dengan aksi para kreator," kata susentono. hijab bodypainting yang mendapat penghargaan dari original rekor indonesia (ORI) itu merupakan suguhan kedua kepada khalayak. dalam dunia fashion. hijab bodypainting adalah tren baru.dasarnya kami dari lukis kanvas, seiring berjalannya waktu, kenapa juga kami tak menyasar kalangan hijaber, toh di indonesia sendiri komunitasnya berkembang pesat," ungkap dian