Kini kami menerima:

  

      Home | Hubungi Kami | English Version  


    Halaman Utama > Profil > Lihat Profil


Kent-kent, Mengubah Image Negative Tentang Tattoo

Publiser : PT.Granesia Grup Pikiran Rakyat
Edisi 04
April 09


Kent-kent, Mengubah
Image Negative Tentang Tattoo
 
Seni menggambar dengan media tubuh manusia atau tattoo, saat ini telah menjadi bentuk karya seni yang digemari, terutama bagi kalangan komunitas penggemarnya di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, Palembang dan Bali.
 
Sebelum tattoo dianggap sebagai sesuatu yang trendi dan fashionable memang dekat dengan budaya pemberontakan. Anggapan negative masyarakat tentang tattoo dan larangan memakai rajah atau tattoo bagi penganut agama tertentu semakin menyempurnakan image tattoo sebagai sesuatu yang dilarang dan haram. Oleh karena itu, memakai tattoo sama dengan memberontak terhadap tattanan nilai social dan agama yang ada.
 
Bicara ikhwal seni tattoo, Yusepthia Suwardi yang dikenal dengan sebutan Kent Tattoo yang terbilang pionir seni tattoo. Dengan cita rasa seninya yang tinggi telah sanggup mengangkat namanya sebagai artist tattoo dengan puluhan ribu customer yang tersebar di pelosok kota besar dan menjadi referensi bagi kalangan media masa untuk mengenal lebih jauh ikhwal seni tattoo.
 
Menurut kent-kent seni tattoo yang ia tangani amat memperhatikan unsur-unsur medical, misalnya steril jarum dan penggunaan tinta khusus yang tidak merusak tubuh dan paduan antara seni dan teknik, tak heran apabila karya tattoonya banyak digemari costumernya bahkan kaum wanita,” Bagi kalangan wanita, tattoo menjadi sebuah fesyen yang lebih memperlihatkan estetika tubuhnya.
 
Untuk pencapaian hasil gambar yang sempurna, pria yang akrab disapa kent-kent ini tidak tanggung-tanggung menggunakan bahan tinta Intenze produk Austria untuk tattoonya. Berbeda dengan tinta biasa, tinta Intenze konon mengandung antibiotic yang bias mencegah kanker kulit, selain pilihan warna yang bervariasi, selain pilihan warna yang bervariasi mencapai 53 warna berbeda. Hal ini didukung pula dengan keunggulan mesin tattoonya yang sengaja ia pesan langsung dari Amerika. Sudah dapat dipastikan, hasil gambarnya menjadi lebih bagus dan sempurna.
 
Tattoo Kini Tidak Lagi Identik Dengan Kriminalitas, Penggunanya Kebanyakan Dari Kalangan Pengusaha Dan Mereka Yang Berstrata Sosial Menengah Ke Atas  99,9 % Dari Kalangan Non Muslim
 
Meski pada awalnya kent-kent pernah menggeluti “tattoo penjara” yang penggarapannya dilakukan secara asal, belakangan kent-kent mengubah image negative tentang tattoo dengan memberlakukan aturan-aturan tertentu untuk proses pembuatan tattoonya. Misalnya dengan pemilihan motif tattoo yang disesuaikan dengan warna kulit klien, sampai pada tahap penjagaan kesehatan dari mulai pemakaian sarung tangan plastic hingga sterillisasi pada media tattoo dengan menggunkan alcohol.
 
Seni tattoo ternyata mengenal berbagai macam aliran. Seni tattoo diklasifikasikan menjadi 6 bagian yaitu ;
Natural, berbagai macam gambar tattoo berupa pemandangan alam atau  bentuk muka.
Treeball, merupakan serangkaian gambar yang dibuat menggunakan blok warna. Tattoo ini banyak dipakai oleh suku Maori.
Outschool dan Oldschool, tattoo yang dibuat berupa gambar-gambar zaman dulu, seperti perahu, jangkar atau symbol yang tertusuk pisau.
Newschool, gambarnya cenderung mengarah ke bentuk graffiti dan anime.
Biomechanic, berupa gambar aneh yang merupakan imajinasi dari teknologi, sepeti gambar robot, mesin dll.
 
Dari tangan alumnus pendidikan seni grafis yang menekuni dunia air brush, Kent Tattoo telah mengubah citra orang bertattoo yang semula berkonotasi preman dan kriminal ini tidak lagi, bahkan telah banyak diapresiasikan sebagai sebuah karya seni.
 
Sederet penghargaan dari ajang lomba tattoo dan aktivitas seni berjejer di studionya di kawasan Lengkong Kecil Bandung, seperti dari komunitas biker Harley Davidson, majalah Tattoo Thailand, Walikota Bandung, serta dari evenst organizer yang telah bekerjasama dan banyak lagi. Boleh dibilang eksistensi Kent Tattoo merupakan ssalah satu aset seni kota Bandung.
 
Dari sejumlah costumernya tercatat nama-nama selebritis seperti Nafa Urbach, Riky Joe, Jodi, Andi Riff, Luna Maya dan banyak lagi. Dan diantaranya para artis banyak yang datang sendiri ke studionya. Undangan untuk tampil mengisi acara pada event-even tertentu kerap datang ke alamatnya, kehadiran Kent-kent untuk mendemontrasikan keahliannya mentattoo telah menjadi sebuah entertainment yang unik dan banyak menarik perhatian pengunjung. Yang pasti karya cipta tattoo kini tidak lagi identik dengan kriminalitas, kalangan penggunanya dari kalangan pengusaha dan mereka yang berstrata sosial menengah keatas, 99,9% dari kalangan non muslim.
 
Dari keahliannya menjadi artis tattoo, Kent-kent sangat bersyukur karena dapat menghidupi keluarganya, meski tidak menyebut angka pasti penghasilannya, “Ya, cukup buat makanlah, yang penting saya jadi banyak teman….” katanya merendah.
 
Di beberapa cabang studionya, Kent menampung puluhan tenaga kerja dan beberapa artis tattoo wanita yang khusus menangani custumer sejenis. Sementara itu Kent-kent kadang bolak balik ke lain kota memenuhi panggilan custumer . Satu hal yang senantiasa ia pegang teguh adalah disiplin dan komitmennnya, iapun mengingatkan pada seluruh crewnya untuk menjauhi drug dan narkoba.

Kembali