Sumber : Seputar
Metro Raya
Edisi XV – Maret 2008
Nama Kent
Tattoo, bisa dibilang sudah tidak bisa dipisahkan dari kota
Bandung . Sebab,
pria pentolan grafis HU Pikiran Rakyat ini pernah menyabet beberapa penghargaan
yang cukup mengharumkan nama Bandung , di
antaranya penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia ).
Nah, warga
Komplkes Metro Raya bisa dibilang akan ikut berbangga hati. Sebab, kini Kent
menjadi salah seorang warga Jln. Venus Timur.
Syukuran
sekaligus peresmian itupun tidak hanya didatangi oleh para penggemar tattoo dan
juga beberapa pentolan klub motor sepeti Brotherhood dan Harley Davidson,
tetapi dihadiri juga oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar)
Jawa BArat, Drs. H.I. Budhyana..,M.Si. Peresmian, selain berupa sambutan lisan
oleh Budhyana, juga pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.
Dalam sambutannya, Budhyana
dengan cita rasa seninya kendati tidak sekental kawasan Bali .
Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kawasan kota
Bandung juga diposisikan seperti halnya Bali sebagai sentra seni. “Intinya, kita harus mendukung
Tahun Pariwisata Indonesia
kawasan Bandung ,”Kata
Budhyana.
Hidup seseorang,
kata Budhyana, bisa dibilang tidak memiliki harmonisasi bila tidak didampingi
cita rasa seni. OLeh sebab itu, jiwa seni seyogianya tidak jauh dari kehidupan
seseorang. “Simponi itu melahirkan sisi harmonisasi pada kehidupan
seseorang,”kata dia lagi, sambil menambahkan, seluruh masyarakat seharusnya
membantu membangun citra Bandung sebagai salah
satu kota seni.
Masih diidentikkan premanisme
Sementara itu,
si pemilik rumah sekaligus studio, Yusep Thia atau yang akrab disapa Kent
mengatakan, pandangan terhadap seseorang yang bertattoo hingga saat ini masih
diidentikkan pada sisi premanisme yang kasar. Padahal, saat ini tattoo sudah
menjadi bagian dari seni yang asudah diterima dengan baik oleh masyarakat.
“ Pandangan terhadap tattoo masih
kurang baik, padahal tattoo adalah bagian dari seni,” tegas Kent , seraya menambahkan, sebagai
bagian dari seni, sejatinya tattoo bisa disejajarkan dengan bentuk seni
lainnya.
Sementara itu, meski para
undangan yang dating pada peresmian itu kebanyakan beraslal dari anggota klub
motor besar seperti Brotherhood dan Harleydavidson, tidak menyurutkan suasana
khidmat. Hal itu terlihat pada kebanyakan pria bertattoo yang ikut serta berdoa
bersama. Acara itu pun terasa merakyat dan mampu mencairkan “keangkeran”
tubuh-tubuh bertattoo ketika muncul pidangan Mamang Lengser dipirig jentreng
kecapi dan gelik suling serta sajian tari merak.










