Kini kami menerima:

  

      Home | Hubungi Kami | English Version  


    Halaman Utama > Profil > Lihat Profil


Kadisbudpar Jabar, H.I. Budhyana Resmikan Rumah dan Studio Kent Tattoo

Sumber : Seputar Metro Raya
                 Edisi XV – Maret 2008
Nama Kent Tattoo, bisa dibilang sudah tidak bisa dipisahkan dari kota Bandung. Sebab, pria pentolan grafis HU Pikiran Rakyat ini pernah menyabet beberapa penghargaan yang cukup mengharumkan nama Bandung, di antaranya penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia).
 
Nah, warga Komplkes Metro Raya bisa dibilang akan ikut berbangga hati. Sebab, kini Kent menjadi salah seorang warga Jln. Venus Timur.
Kent sekeluarga, Rabu (23/1) lalu, mengadakan syukuran terhadap Tuhan Yang Maha Esa sekaligus meresmikan studio barunya yang terletak di Jl. Venus Timur 10 No. 420 C. seperti diketahui, pusat Kent Tattoo Studio berada di kawasan Jln. Lengkong Kecil, Bandung.
 
Syukuran sekaligus peresmian itupun tidak hanya didatangi oleh para penggemar tattoo dan juga beberapa pentolan klub motor sepeti Brotherhood dan Harley Davidson, tetapi dihadiri juga oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Jawa BArat, Drs. H.I. Budhyana..,M.Si. Peresmian, selain berupa sambutan lisan oleh Budhyana, juga pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.
Dalam sambutannya, Budhyana dengan cita rasa seninya kendati tidak sekental kawasan Bali. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kawasan kota Bandung juga diposisikan seperti halnya Bali sebagai sentra seni. “Intinya, kita harus mendukung Tahun Pariwisata Indonesia kawasan Bandung,”Kata Budhyana.
 
Hidup seseorang, kata Budhyana, bisa dibilang tidak memiliki harmonisasi bila tidak didampingi cita rasa seni. OLeh sebab itu, jiwa seni seyogianya tidak jauh dari kehidupan seseorang. “Simponi itu melahirkan sisi harmonisasi pada kehidupan seseorang,”kata dia lagi, sambil menambahkan, seluruh masyarakat seharusnya membantu membangun citra Bandung sebagai salah satu kota seni.
 
Masih diidentikkan premanisme
 
Sementara itu, si pemilik rumah sekaligus studio, Yusep Thia atau yang akrab disapa Kent mengatakan, pandangan terhadap seseorang yang bertattoo hingga saat ini masih diidentikkan pada sisi premanisme yang kasar. Padahal, saat ini tattoo sudah menjadi bagian dari seni yang asudah diterima dengan baik oleh masyarakat.
 
“ Pandangan terhadap tattoo masih kurang baik, padahal tattoo adalah bagian dari seni,” tegas  Kent, seraya menambahkan, sebagai bagian dari seni, sejatinya tattoo bisa disejajarkan dengan bentuk seni lainnya.
Sementara itu, meski para undangan yang dating pada peresmian itu kebanyakan beraslal dari anggota klub motor besar seperti Brotherhood dan Harleydavidson, tidak menyurutkan suasana khidmat. Hal itu terlihat pada kebanyakan pria bertattoo yang ikut serta berdoa bersama. Acara itu pun terasa merakyat dan mampu mencairkan “keangkeran” tubuh-tubuh bertattoo ketika muncul pidangan Mamang Lengser dipirig jentreng kecapi dan gelik suling serta sajian tari merak.

Kembali