Sumber : BIKERS ( MOTORPLUS MAGAZINE )
EDISI 02 – 2003
TINDIK MENINDIK TUBUH ALIAS PIERCING
TUBUH
BERSIH SEKALIGUS COOL
Menindik bagian tubuh yang kerap dilakoni bikers,
memang tampak seram. Namun, prosesnya ternyata mirip kerja dokter yang serba
higienis.
Variasi atau aksesori tubuh memang modal utama bikers.
Para penyemplak ini doyan banget mendandani
tubuhnya. E’eh,nggak cuma fesyen-nya doang Bro! Tubuh juga mesti kena
hiasan-hiasan supaya tampak cool.
Tatto misalnya, terbukti jadi santapan wajib bikers.
“Pasangan tatto, ya piercing,” buka Yuseph ‘Ken-Ken’ Tia, punggawa Kent Tatto
Bandung. Bisa terangkan detailnya Bro? Ken-Ken langsung menunjuk Bro-nya yang
paham soal ini.
“Hi, kuring Anggara Yuniar lansiran 1979,” katanya ujug-ujug. Brother satu ini
gape banget nindik-nindik pasien.
Buat awal, Angga menerangkan definisi menurut asosiasi
piercing dunia. “Secara global, perilaku menusukkan benda ke dalam tubuh untuk
mencerminkan suatu identitas komunal”, kata penduduk Cijerah, Bandung ini. Busyet, agak njelimet juga nih.
Memang nggak sederhana. Intinya, nggak asal main
tojos. Soal istilah penusukan misalnya, buanyak banget. Cartiladge buat tulang
kuping atas, conch buat tulang kuping bagian dalam, tragus jatah tulang kecil
di kuping, dan bridge…hiyy, ngebolongin tulang hidung jembatan antara mata.
“Misal punya kuring di hidung dan gaya
industrial, jembatan antara kuping bawah dan atas banget,” pamer Angga.
Pertanyaan yang mengganjal…Apa nggak bahaya tuh?
“Sst…,asal tahu ya, piercing itu 80% medical,” kata mereka. Pengakuannya, mesti
bener-bener higienis.
Oh
ya, buat bikers, piercing memang ada untungnya. “Selain buat gaya , dengan tindakan begini, otomatis mereka
bakal lebih berhati-hati menjaga kebersihan tubuh,” sepaham Sonny, Joe, Yusuf, dan
Avi, tim mereka.’
Boleh juga tuh, tindik menindik jadi semacam
rangsangan supaya lebih bersih diri.
Dan….tentunya, makin gaya !
( Isf@ndiari )










