We now accept:

 

  

      Home | Contact Us | Bahasa Indonesia  


    Home > Profile > Profile Details


Memperindah Tubuh Dengan tattoo - EKSPLO

Sumber : Majalah Ekplo
Majalah Bulanan No. 38/Th.II April 2010
Penulis /Fifia Asiani
Memperindah Tubuh dengan Tato
Mentato tubuh sendiri dengan berbagai gambar punya maksud dan alasanmasing-masing Kebanyakan beranggapan untuk tampil beda.
Sembari menonton pertandingan sepakbola antara Indonesia melawan Australia dengan asyiknya, Fransiscus Budiman membiarkan tubuhnya ditato. Dia tidak terlihat sakit, padahal jarum tato sedang mengukir lengannya. Warga Indonesia yang bekerja dan tinggal di Sydney, Australia ini memilih ikan koi untuk “teman yang menemaninya hingga akhir hayat.
Ya, tato permanen merupakan tato yang akan ada seumur hidup. Kecuali jika si pemilik tato ingin menghilangkannya. “Ikan koi itu kalau berenang melawan arus,”ujar Frans – sapaan akrab Fransiscus – menerangkan gambar dilengannya. Karena melawan arus,ikan koi terlihat terus berjuang. Filosofi itulah yang dipetik Frans dari sang koi, yang juga diterapkan dalam hidupnya.
Tato koi ini sebenarnya merupakan tato kedua yang ada di tubuh Frans. Tato pertamanya berukuran lebih kecil, terletak di dada kiri dengan motif gambar huruf jepang. Tato itu dibuatnya di Australia.
Lalu kenapa Frans bela-belain ke Bandung untuk ditato di Kent Studio,studio tato milik Yusepthia Suwardi yang lebih dikenal dengan nama Ken-ken ini? Rupanya hal ini kembali tergantung selera. Di Australia, banyak seniman tato tapi pengerjaan tatonya secara tidak langsung atau menjiplak.
Sedangkan di Kent Studio dilakukan secara handmade. Frans pun terlihat tidak masalah ketika harus mengeluarkan kocek sebesar 3,5 juta. “Harganya masuk akal karena tatonya dilakukan secara handmade, menurut Frans, masih bisa dihitung dengan jari.
Frans mengaku tidak menyesal menggunakan tato pada tubuhnya. Selain dikarenakan dirinya seudah mantap untuk ditato, keinginan untuk ditato memang sudah terpendam sejak lama. “Kawan-kawan saya juga punya tato. Tapi kebanyakan mereka menyesal karena letaknya yang tidak pas dan gambarnya yang tidak sesuai,”ujarnya seraya tertawa.
Menurut Ken-ken yang ditemui di studio Metro di Bandung, konsumen yang datang ke Kent Stduio tidak pernah complain dengan hasil tatonya. Hal ini dikarenakan, sebelum konsumen ditato, konsumen diharuskan melakukan konsultasi terlebih dahulu.
Gambar, tata letak, kemantapan hati untuk ditato menjadi bagian dari konsultasi. Ken-ken tidak ingin menuruti konsumennya begitu saja. Konsumen harus merasa nyaman jika nanti tatonya sudah jadi.
Bagi  konseumen yang baru sekali buat tato, selalu disarankannya untuk melakukan body painting sebelum ditato. Gunanya, agar konsumen mendapatkan masukan dari orang-orang sekitar mengenai gambar dan tata letak tato tersebut. Jika sesuai, maka baru boleh ditato.
Studio Ken-ken terdapat di Bandung. Khusus di Metro untuk konsumennya yang datang dari luar kota. Di lengkong untuk konsumen dalam kota, dan jalan Braga untuk para turis asing. Ken-ken juga memiliki studio yang bergabung secara Frenchise yang ada di beberapa luar kota. Konsumen wanitanya, bisa ditangani oleh kakak Ken sendiri yang disapa Bunda.
Menurut Ken-ken kalau orang bule kebanyakan lebih suka ditato dengan motif tradisional Indonesia. Sedangkan untuk para orangtua biasa lebih ke feng shui, hoki atau memorial. Dan anak muda lebih ke fashion.
“Bisa juga bekas luka atau selulit ditato,”ujar ken-ken yang mengungkapkan dengan di tato dan menyamarkan bekas luka atau selulit maka tubuh semakin indah dilihat.
Seniman tato yang melakukan
 secara handmade, masih bisa
 dihitung dengan jari.
Ken-ken menggunakan peralatan yang semuanya impor dari luar negri. Baik jarum maupun tinta. Mesin jarumnya di Desain hanya akan merajam bagian tipis kulit. Sehingga tidak sampai ked aging seperti yang ada pada tao jaman dulu.
Menurut ken-ken, tato itu seperti candu. Kalau sudah mentato biasanya ingin lagi. “Mungkin karena seperti mainan baru. Dan untuk tato tidak ada yang menyamarkan.
Ken-ken mengungkapkan, mental yang kuat, karena harus duduk berjam-jam saat  ditato juga harus dimiliki para konsumen yang hendak ditato. Untuk itulah dia juga menyediakan ruangan tato yang nyaman untuk konsumennya.
Di tempat ken-ken terdapat pula teknik untuk menghilangkan tato. Bisa melalui laser, bedah kulit/operasi, menutupi dengan di tato lagi dengan warna kulit. “Kita menyediakan menggambar dan menghapus tato.”Tentunya, ken-ken menyiapkan tenaga ahli untuk itu semua.
Untuk harga, Ken-ken menghargai karya seninya berdasarkan panjang dan lebar tato. Ini bisa dilihat dalam websitenya. Misalnya panjang 5 cm, lebar 5 cm. Maka konsumen dikenakan biaya sekitar Rp. 600 ribu. Sedangkan jika ingin mentato punggung anda dengan ukuran 20 cm, maka sekitar Rp. 4.750 ribulah kocek yang anda harus keluarkan.
Ken-ken dulu bercerita, ada seniman tato asal Amerika, Paul Booth yanh harga tatonya Rp. 100 juta untuk waktu dua jam.”Dia memang sudah senior, dia membuat tato – tato horror (darkimages),” kata ken-ken. Menurutnya, banyak artis Amerika yang ditato menggunakan jasa Paul.
Tidak berbeda jauh dengan Paul, di studio Ken-ken juga terlihat banyak foto artis yang menggunakan jasa ken-ken untuk di tato.
Wajar saja, ken-ken memang cukup terkenal di dunia per tato-an Indonesia. Karyanya sering masuk MURI ataupun mendapatkan penghargaan yang lain. “Sekarang tato sudah menjadi gaya hidup,”ujar ken-ken.
Menurut ken-ken, orang yang mentato itu orang yang punya sikap.”Kenapa? Dia tahu tato seperti apa, masa depan seperti apa. Jadi dia dapat menentukan tatonya. Dan keputusan mentato adalah keputusan yang berat yang sampai dibawa mati,:ujar ken berfilosofi.
Bagi konsumen
yang baru sekali membuat
tato, selalu disarankan
untuk melakukan
body painting sebelum ditato.
Anda Siap
Ditato?
Ken-ken merupakan seniman tato yang mengkolaborasikan antara marketing, desain, sampai  advertising. Dia tahu bagaimana memanjakan pelanggan dengan menyediakan berbagai macam kebutuhan yang terkait dengan tato.
Ken pernah kuliah desain grafis. Dia juga pernah bekerja di Pikiran Rakyat bagian reproduksi untuk desain grafis selama tujuh tahun. Karena itulah, ilmu-ilmu yang dia pelajari dulu diterapkan dalam usahanya sekarang ini.
Tidak hanya mencari keuntungan, ken-ken mengutamakan kepuasan pelanggannya saat ditato juga diperhatikan.
Dia pun dengan senang hati berbagi tips dengan pembaca Eksplo. Menurutnya, tato itu untuk seumur hidup, karena itu, hal utama yang harus dilakukan sebelum ditato adalah konsultasi.
Kemudian, saat di tato tidak dalam keadaan mengkonsumsi narkoba atau minum minuman keras.”Harus istirahat. Karena butuh kondisi yang fit ketika di tato.”Ujar Ken.
Selain itu, ken-ken juga menyarankan untuk tidak terlalu banyak mentato,”Nanti hasilnya malah jadi jelek.”
Jadi, sudah siapkah Anda di tato?
Tidak hanya mencari
keuntungan, emosi dan
kejiwaan pelanggan
saat ditato juga harus
diperhatikan.
 

Back

Kent Tattoo Studio Indonesia